Total Kemacetan
Kamis, 04 Februari 2010
Kreatif atau?
+ : Pak, belum mengumpulkan formulir pemilihan RT,ya? tanya bapak tetangga pada suami
- :(sambil berkerut) iya, belum. Memang harus dikumpulkan ya?
+ :Iya...Pak...
- :Wah, saya pikir formulir itu buat yang mau mengajukan jadi calon RT saja
+ :Ooo..bukan,Pak. Semua harus mengumpulkan.
-- : (saya ikut nimbrung) berarti kalau kita tidak mencalonkan bisa mencalonkan orang lain ya
+ :Betul,Bu dan harus warga tetap yang dicalonkan, bukan yang mengontrak.
- :Iya deh,Pak nanti saya isi
+ :Eh, paling lambat hari ini ya,Pak...nanti formulir selipkan saja di bawah pintu (ma'lum bapak tetangga sibuk sekali)
Di rumah :
-- : Pak, sebenarnya formulirnya sudah saya jadikan amplop (setengah berbisik)
- : (terbelalak) lhaa....
Jumat, 15 Januari 2010
Obat Tradisional Penurun Panas
Jumat, 01 Januari 2010
Minimnya Fasilitas Publik
Hal tersebut di alami saya sendiri, memiliki anak berusia satu tahun dan bingung mencari tempat bermain yang berbau alam juga dekat dengan tempat tinggal. Yang terpikir adalah sebuah taman bermain anak seperti yang saya lihat di luar negeri dimana anak bebas bermain di atas rumput atau tanah. Tapi, itu sebuah idealisme dan saya harus menyesuaikan dengan kenyataan. Dan, kenyataannya memang jarang sekali ada tempat seperti itu. Akhirnya, kembali lagi ke keadaan awal, mengajak bermain di mall yang tentunya harus menyediakan kocek untuk membayar beberapa permainan ditambah dengan pengawasan ketat karena lengah sedikit anak bisa menghampiri eskalator yang tentunya bisa dibayangkan resikonya atau ke tempat yang berbahaya lainnya.
Sekedar berbagi tips saat membawa anak di tempat umum :
- Kalau bisa membawa teman yang bisa diandalkan untuk menjaga anak (agar bisa menjaga bergantian), misalnya suami atau adik kita
- Jangan biarkan anak lepas dari pengawasan
- Saat sholat (bagi muslim), usahakan bergantian...bukan ide baik melakukan solat berjamaah ditempat umum
- Beri sugesti pada anak bahwa berbahaya bermain sendiri (tanpa orang tua) di tempat umum
Akhirnya hanya bisa berandai-andai ada yang menyediakan fasilitas publik yang lebih aman dan bersahabat bagi anak
Kamis, 22 Oktober 2009
Obrolan Santai di Waktu Senggang (ver.2)
+ : "Waaah...keren-keren ya kota di Luar Negeri...unik-unik"
- : "Pastinya"
+ : "Tuh, lihat ... bangunan tuanya masih terawat baik, banyak lagi"
- : "Bukan banyak, tapi itu memang kota tua"
+ : "Eh, apa maksudnya?"
- : "Di luar sana, bangunan bersejarah dibiarkan apa adanya maksudnya tidak di bongkar, pengembangan kota di alihkan ke daerah lain yang belum dikembangkan. Yaa...kalau di sini sih mungkin setaraf kabupaten"
+ : "hmmm...bener juga yaa...jadi bangunan tua tidak usah di bongkar demi alasan pembangunan"
- : "Ya...iyalah"
Senin, 01 Juni 2009
Salah Eja
Suatu hari di rumah ibu mertua, semuanya sedang sibuk dengan kegiatan masing-masing. Begitupun dengan si Bibi yang bekerja sebagai pengurus rumah tangga.
Bibi : Bu, sanlek-nya habis...si Teteh* lupa beli ya?
Saya : Eh,Bi tuh si Teteh nya baru keluar rumah. Dipanggil aja biar sekalian beli !
Saya spontan berkata karena langsung berpikir mungkin sanlek itu adalah semacam cairan kimia yang diperlukan si bibi untuk kepentingan tertentu. Dan pastinya tidak tersedia di warung atau toko-toko kecil. Tapi, si Bibi cuek saja tidak berniat mengejar sang adik ipar yang terlanjur jauh. Dan malah minta uang tambahan untuk membeli cairan tersebut pada Mamah. Saya sedikit heran pada si Bibi yang tidak praktis. Jadi harus membeli cairan tersebut yang tentunya memerlukan waktu yang tidak sebentar.
Tapi, perkiraan saya meleset. Dalam waktu sebentar si Bibi sudah kembali dan menenteng cairan yang dimaksud dan ternyata adalah SUNLIGHT
* : maksudnya adik ipar saya