Total Kemacetan

Kamis, 04 Februari 2010

Kreatif atau?

Pulang mengaji bersama anak dan suami, berpapasan dengan tetangga depan rumah yang menjabat sekretaris RT.

+ : Pak, belum mengumpulkan formulir pemilihan RT,ya? tanya bapak tetangga pada suami
-  :(sambil berkerut) iya, belum. Memang harus dikumpulkan ya?
+ :Iya...Pak...
-  :Wah, saya pikir formulir itu buat yang mau mengajukan jadi calon RT saja
+ :Ooo..bukan,Pak. Semua harus mengumpulkan.
-- : (saya ikut nimbrung) berarti kalau kita tidak mencalonkan bisa mencalonkan orang lain ya
+ :Betul,Bu dan harus warga tetap yang dicalonkan, bukan yang mengontrak.
-  :Iya deh,Pak nanti saya isi
+ :Eh, paling lambat hari ini ya,Pak...nanti formulir selipkan saja di bawah pintu (ma'lum bapak tetangga sibuk sekali)

Di rumah :
-- : Pak, sebenarnya formulirnya sudah saya jadikan amplop (setengah berbisik)
-  : (terbelalak) lhaa....

Jumat, 15 Januari 2010

Obat Tradisional Penurun Panas

Awalnya bingung juga sih waktu anak demam. Tapi, saya tidak mau cepat-cepat mengambil keputusan memberikan obat penurun panas, kasihan anaknya dijejeli bahan kimia. Saat di ukur, panasnya baru mencapai 37,8 derajat dan baru 36 jam di hitung dari mulai munculnya gejala. Malamnya, anak mulai rewel, kasihan juga. Akhirnya, saya coba obat tradisional yang sebelumnya dikasih tau papa tapi tidak pernah saya laksanakan karena yang terbayang adalah bau dan ribet, yaitu parutan bawang merah dicampur minyak telon. Saya balurkan di ubun-ubun dan seluruh badannya. Dan, alhamdulillah anak saya tertidur lelap dan paginya panasnya sudah turun kembali ke suhu normal.

Jumat, 01 Januari 2010

Minimnya Fasilitas Publik

Setelah anak menginjak usia satu tahun, tentunya area bermain juga tidak hanya di rumah dan sekitarnya, apalagi kalau sudah bisa jalan. Pasti anak menginginkan area bermain yang lebih luas. Yang jadi pertanyaan adalah tempat bermain yang bagaimana? Tentunya setiap ibu menginginkan tempat bermain yang dapat membangun kreatifitas anak sekaligus sosialisasi. Sebetulnya banyak area bermain anak yang bertempat di mall, tapi apakah sejak dini anak harus di perkenalkan dengan lingkungan mall?

Hal tersebut di alami saya sendiri, memiliki anak berusia satu tahun dan bingung mencari tempat bermain yang berbau alam juga dekat dengan tempat tinggal. Yang terpikir adalah sebuah taman bermain anak seperti yang saya lihat di luar negeri dimana anak bebas bermain di atas rumput atau tanah. Tapi, itu sebuah idealisme dan saya harus menyesuaikan dengan kenyataan. Dan, kenyataannya memang jarang sekali ada tempat seperti itu. Akhirnya, kembali lagi ke keadaan awal, mengajak bermain di mall yang tentunya harus menyediakan kocek untuk membayar beberapa permainan ditambah dengan pengawasan ketat karena lengah sedikit anak bisa menghampiri eskalator yang tentunya bisa dibayangkan resikonya atau ke tempat yang berbahaya lainnya.

Sekedar berbagi tips saat membawa anak di tempat umum :
  • Kalau bisa membawa teman yang bisa diandalkan untuk menjaga anak (agar bisa menjaga bergantian), misalnya suami atau adik kita
  • Jangan biarkan anak lepas dari pengawasan
  • Saat sholat (bagi muslim), usahakan bergantian...bukan ide baik melakukan solat berjamaah ditempat umum
  • Beri sugesti pada anak bahwa berbahaya bermain sendiri (tanpa orang tua) di tempat umum

Akhirnya hanya bisa berandai-andai ada yang menyediakan fasilitas publik yang lebih aman dan bersahabat bagi anak

Kamis, 22 Oktober 2009

Obrolan Santai di Waktu Senggang (ver.2)

Sedang nonton TV

+ : "Waaah...keren-keren ya kota di Luar Negeri...unik-unik"
-  : "Pastinya"
+ : "Tuh, lihat ... bangunan tuanya masih terawat baik, banyak lagi"
-  : "Bukan banyak, tapi itu memang kota tua"
+ : "Eh, apa maksudnya?"
-  : "Di luar sana, bangunan bersejarah dibiarkan apa adanya maksudnya tidak di bongkar, pengembangan kota di alihkan ke daerah lain yang belum dikembangkan. Yaa...kalau di sini sih mungkin setaraf kabupaten"
+ : "hmmm...bener juga yaa...jadi bangunan tua tidak usah di bongkar demi alasan pembangunan"
- : "Ya...iyalah"

Senin, 01 Juni 2009

Salah Eja

Suatu hari di rumah ibu mertua, semuanya sedang sibuk dengan kegiatan masing-masing. Begitupun dengan si Bibi yang bekerja sebagai pengurus rumah tangga.

Bibi   : Bu, sanlek-nya habis...si Teteh* lupa beli ya?
Saya  : Eh,Bi tuh si Teteh nya baru keluar rumah. Dipanggil aja biar sekalian beli !

Saya spontan berkata karena langsung berpikir mungkin sanlek itu adalah semacam cairan kimia yang diperlukan si bibi untuk kepentingan tertentu. Dan pastinya tidak tersedia di warung atau toko-toko kecil. Tapi, si Bibi cuek saja tidak berniat mengejar sang adik ipar yang terlanjur jauh. Dan malah minta uang tambahan untuk membeli cairan tersebut pada Mamah. Saya sedikit heran pada si Bibi yang tidak praktis. Jadi harus membeli cairan tersebut yang tentunya memerlukan waktu yang tidak sebentar.

Tapi, perkiraan saya meleset. Dalam waktu sebentar si Bibi sudah kembali dan menenteng cairan yang dimaksud dan ternyata adalah SUNLIGHT

* : maksudnya adik ipar saya